• Anda memiliki naskah teater dalam bentuk digital? kirim dan share naskah anda melalui blog ini. Kirimkan melalui teater_delik@yahoo.co.id
  • Laman

  • April 2018
    S S R K J S M
    « Des    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  
  • dikunjungi sebanyak:

    • 23,489 kali
  • Iklan

Aduh..!! cermin egoisme manusia

(Solopos)

Kerasnya kehidupan bisa membuat seseorang menjadi egois dan selalu menaruh curiga pada orang lain.

Sifat egois dan krisis kepercayaan itu terus saja berlanjut, bahkan saat menemukan orang yang benar-benar membutuhkan pertolongan pun ia masih berpikir. Seolah tindakan menolong adalah sesuatu yang mahal yang tidak dengan gampang diobral.
Cerita itulah yang tergambar dalam pertunjukan teater berjudul Aduh..!! di Teater Arena, Taman Budaya Surakarta, Senin (22/12) malam. Pementasan yang digelar oleh Teater Delik, Fakultas Hukum, UNS itu berawal ketika sekelompok orang menemukan seseorang yang sekarat di depan sebuah rumah.
Mereka bukannya segera memberi pertolongan kepadanya namun justru berdebat antara memutuskan menolong atau tidak. Ada seseorang yang menolak, karena mengaku pernah menolong orang yang sakit, tapi ia justru ditipu dan dimanfaatkan olehnya.
Namun ada pula orang yang ingin segera menolongnya, tapi ia tidak bisa melakukannya sendiri karena paling tidak butuh dua orang lainnya untuk mengangkat tubuh orang yang sekarat itu.
Mereka terus saja berdebat hingga orang yang sakit itu meninggal. Mirisnya, mereka juga tidak segera turun tangan bahkan perdebatan itu terus berlanjut antara menguburkannya atau tidak.
Saat perdebatan itu berlangsung, tiba-tiba salah satu di antaranya kesurupan. Roh orang yang meninggal itu masuk dalam tubuh itu dan meminta untuk segera dikuburkan. Pada akhirnya, orang yang meninggal itu pun dikuburkan, meski, tidak semua tokoh dalam pementasan itu melakukan tindakan yang sama.
Banyak orang egois
Hanya tiga orang yang bersedia menguburkan mayat itu, sementara yang lain tetap acuh bahkan berlalu begitu saja.
Dalam pementasan naskah Putu Wijaya itu juga terdengar suara gonggongan anjing yang merupakan sindiran bagi orang yang hanya banyak bicara namun tidak melakukan tindakan apapun untuk menolong orang lain.
Sutradara pertunjukan itu, Setiawan saat ditemui Espos usai pertunjukan mengatakan cerita yang diangkat dalam Aduh..!! sangat sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini. ”Pada zaman sekarang ini banyak orang yang egois dan bawaannya penuh curiga, menolong orang lain yang jelas-jelas membutuhkan pun masih pikir-pikir.”
Ia menambahkan pertunjukan teater dengan lakon serupa juga telah dipentaskan oleh Teater Delik di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Sabtu (13/13), lalu. – Oleh : Tutut Indrawati

diterbitkan di Solopos edisi 24 Desember 2008
http://www.solopos.co.id/zindex_menu.asp?kodehalaman=h11&id=253959

Iklan

Perpustakaan Naskah Teater OnLine

Salam Budaya!

Perpustakaan Naskah Teater Online ini dibuat berdasarkan kenyataan, bahwasanya di daerah, koleksi naskah teater cukup minim. Hal itu menyebabkan seringkali kita jumpai satu naskah dimainkan beberapa kali oleh teater yang berbeda.

Pinjam meminjam naskah menjadi hal yang umum ketika sebuah teater akan berproses. Naskah yang dipinjam pun tak jarang sudah lusuh, kabur atau bahkan telah tercerai berai sehingga tidak lengkap halamannya.

Karena itulah, Teater DeLIK Surakarta mengajak kepada seluruh teater setanah air untuk berbagi naskah di weblog ini. Selain itu, Teater DeLIK juga mengajak kepada seluruh insan teater untuk berkarya memproduksi naskah teater.