(Solopos)
Kerasnya kehidupan bisa membuat seseorang menjadi egois dan selalu menaruh curiga pada orang lain.
Sifat egois dan krisis kepercayaan itu terus saja berlanjut, bahkan saat menemukan orang yang benar-benar membutuhkan pertolongan pun ia masih berpikir. Seolah tindakan menolong adalah sesuatu yang mahal yang tidak dengan gampang diobral.
Cerita itulah yang tergambar dalam pertunjukan teater berjudul Aduh..!! di Teater Arena, Taman Budaya Surakarta, Senin (22/12) malam. Pementasan yang digelar oleh Teater Delik, Fakultas Hukum, UNS itu berawal ketika sekelompok orang menemukan seseorang yang sekarat di depan sebuah rumah.
Mereka bukannya segera memberi pertolongan kepadanya namun justru berdebat antara memutuskan menolong atau tidak. Ada seseorang yang menolak, karena mengaku pernah menolong orang yang sakit, tapi ia justru ditipu dan dimanfaatkan olehnya.
Namun ada pula orang yang ingin segera menolongnya, tapi ia tidak bisa melakukannya sendiri karena paling tidak butuh dua orang lainnya untuk mengangkat tubuh orang yang sekarat itu.
Mereka terus saja berdebat hingga orang yang sakit itu meninggal. Mirisnya, mereka juga tidak segera turun tangan bahkan perdebatan itu terus berlanjut antara menguburkannya atau tidak.
Saat perdebatan itu berlangsung, tiba-tiba salah satu di antaranya kesurupan. Roh orang yang meninggal itu masuk dalam tubuh itu dan meminta untuk segera dikuburkan. Pada akhirnya, orang yang meninggal itu pun dikuburkan, meski, tidak semua tokoh dalam pementasan itu melakukan tindakan yang sama.
Banyak orang egois
Hanya tiga orang yang bersedia menguburkan mayat itu, sementara yang lain tetap acuh bahkan berlalu begitu saja.
Dalam pementasan naskah Putu Wijaya itu juga terdengar suara gonggongan anjing yang merupakan sindiran bagi orang yang hanya banyak bicara namun tidak melakukan tindakan apapun untuk menolong orang lain.
Sutradara pertunjukan itu, Setiawan saat ditemui Espos usai pertunjukan mengatakan cerita yang diangkat dalam Aduh..!! sangat sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini. ”Pada zaman sekarang ini banyak orang yang egois dan bawaannya penuh curiga, menolong orang lain yang jelas-jelas membutuhkan pun masih pikir-pikir.”
Ia menambahkan pertunjukan teater dengan lakon serupa juga telah dipentaskan oleh Teater Delik di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Sabtu (13/13), lalu. – Oleh : Tutut Indrawati
diterbitkan di Solopos edisi 24 Desember 2008
http://www.solopos.co.id/zindex_menu.asp?kodehalaman=h11&id=253959
Filed under: Uncategorized | Komentar Dimatikan
